Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku."
(Yoh 8:42)
Sabda Yesus diatas mengingatkan aku akan identitas dan asalku sendiri.
Mengingatkan aku agar tidak bermegah dengan keberhasilanku dan kehormatanku sekarang.
Bahwa aku tidak sampai ke sini, dan menjadi seperti saat ini karena keputusan diriku sendiri ataupun orang lain.
Aku ada, karena kasih Allah yang kekal.
Aku muncul dari kedalaman kekekalan karena Allah mengiginkan kehidupan bagiku.
Dari misteri pikiran Allah, keberadaanku yang unik dibentuk.
Dan aku berada disini, menjadi seperti sekarang, karena Allah memutuskan untuk menaruh aku di sini, di tempat ini, saat ini, dalam situasi sekarang, dan dalam profesi saat ini.
Dan kemudian aku bertanya pada diriku, “Mengapa Allah memilih waktu ini dan tempat ini bagi diriku?”
Apakah ada orang-orang yang hidupnya harus kita sentuh?
Apakah situasi, kejadian, dan orang-orang tertentu yang tidak kita sukai, adalah pemberian dari Allah, yang daripadanya kita harus belajar?
Apakah perbuatan baik yang mengetuk hatiku adalah perbuatan yang menunggu aku dari segala kekekalan?
Dan Allah, tak pernah salah dalam menentukan jalan hidup kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar